EDUMULYA: Jurnal Pendidikan Agama Islam https://jurnal.stainidaeladabi.ac.id/index.php/edumulya <p><strong>EDUMULYA: Jurnal Pendidikan Agama Islam</strong> merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) - Institut Nida El-Adabi Bogor, bekerjasama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LP2M) Institut Nida El-Adabi Bogor. <strong>EDUMULYA</strong> memiliki fokus pada bidang Ilmu Pendidikan Agama Islam.<strong> EDUMULYA</strong> mengundang Bapak / Ibu akademisi (peneliti) untuk mempublikasikan hasil penulisan karya ilmiah terbaiknya, yang akan terbit dua kali dalam setahun (tiap bulan Juni dan Desember).</p> LPPM Institut Nida El-Adabi en-US EDUMULYA: Jurnal Pendidikan Agama Islam 2987-0194 SAINS DALAM BINGKAI ISLAM https://jurnal.stainidaeladabi.ac.id/index.php/edumulya/article/view/386 <p><em>Perdebatan mengenai hubungan antara sains modern dan Islam terus berkembang dalam kajian pendidikan Islam kontemporer. Berbagai penelitian telah membahas konsep Islamisasi ilmu, namun sebagian besar berfokus pada aspek filosofis atau pemikiran tokoh tertentu sehingga belum banyak yang mengintegrasikan pembahasan mengenai landasan konseptual sains dalam Islam, prinsip-prinsip epistemologis Islamisasi ilmu, dan arah implementasinya dalam pendidikan serta penelitian kontemporer. Penelitian ini bertujuan menganalisis pemikiran konseptual tentang sains dalam Islam, menjelaskan prinsip dasar Islamisasi ilmu menurut Ismail Raji al-Faruqi, serta mengidentifikasi arah implementasinya dalam konteks pendidikan tinggi dan penelitian. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan melalui analisis tematik terhadap berbagai sumber primer dan sekunder yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran sains dalam Islam berlandaskan prinsip tauhid yang memandang agama dan ilmu pengetahuan sebagai kesatuan yang saling melengkapi dalam memahami realitas. Penelitian ini juga menemukan bahwa gagasan Islamisasi ilmu al-Faruqi dibangun di atas lima prinsip kesatuan, yaitu Tuhan, ciptaan, kebenaran dan pengetahuan, kehidupan, serta umat manusia. Berbeda dengan kajian sebelumnya yang cenderung berhenti pada tataran konseptual, penelitian ini menawarkan pemetaan implementasi yang lebih operasional melalui integrasi kurikulum berbasis worldview Islam, pengembangan metodologi penelitian yang mempertimbangkan dimensi empiris dan etis, serta penguatan kolaborasi interdisipliner antara ilmuwan dan sarjana keislaman. Penelitian ini memposisikan Islamisasi ilmu sebagai salah satu pendekatan dalam diskursus integrasi ilmu dan agama yang terus berkembang, sehingga relevansinya perlu dipahami secara kritis dan dialogis dengan berbagai paradigma lain dalam pendidikan Islam kontemporer.</em></p> Alsyah Nayla Fajrin Fajrin Copyright (c) 2026 EDUMULYA: Jurnal Pendidikan Agama Islam 2026-06-29 2026-06-29 4 1 1 13 10.59166/edumulya.v4i1.386 INTERNALISASI NILAI AKHLAK DAN KEDISIPLINAN BERBASIS AKSIOLOGI PENDIDIKAN ISLAM https://jurnal.stainidaeladabi.ac.id/index.php/edumulya/article/view/412 <p><em>Penelitian ini mengkaji proses internalisasi nilai akhlak dan kedisiplinan santri putri melalui kerangka aksiologi pendidikan Islam di Pondok Pesantren Tahfidz Bustanul Mansyuriyah, Rowolaku, Kajen, Kabupaten Pekalongan. Sebagian besar kajian terdahulu menghubungkan tahfidz dengan pembentukan karakter secara deskriptif tanpa kerangka aksiologis yang tegas membedakan nilai intrinsik dan instrumental, serta jarang menyoroti pesantren tahfidz putri yang santrinya sekaligus menempuh pendidikan formal dan menghadapi distraksi era digital; kesenjangan inilah yang melatari studi ini. Dipandu tiga pertanyaan mengenai landasan aksiologi, integrasi tahfidz dengan pendidikan karakter, serta strategi dan tantangan internalisasi nilai, penelitian menggunakan desain studi kasus kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur terhadap informan kunci yang dipilih secara purposif, observasi partisipatif atas rutinitas harian, dan dokumentasi, lalu dianalisis secara tematik dengan model interaktif Miles–Huberman; keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan member checking. Temuan menunjukkan bahwa internalisasi berlangsung sebagai sistem terpadu keteladanan (uswah ḥasanah), pembiasaan (taʼdīb), dan sanksi edukatif (taʼzīr) yang diperkuat rutinitas tahfidz terjadwal ketat, pengawasan berlapis, dan pengelolaan gawai, sehingga kedisiplinan tumbuh dari kesadaran internal alih-alih kepatuhan formal semata. Penelitian ini menyumbang model nilai - mekanisme - disposisi yang berbasis data empiris bagi pendidikan karakter di pesantren tahfidz modern.</em></p> Finta Nur Febriana Abdul Khobir Gojali Copyright (c) 2026 EDUMULYA: Jurnal Pendidikan Agama Islam 2026-06-29 2026-06-29 4 1 14 29 10.59166/edumulya.v4i1.412 STRATEGI GURU PAI DALAM INTERNALISASI NILAI TOLERANSI BERAGAMA DI ERA DIGITAL https://jurnal.stainidaeladabi.ac.id/index.php/edumulya/article/view/498 <p><em>Meningkatnya fenomena intoleransi beragama di kalangan peserta didik menunjukkan bahwa pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) masih menghadapi tantangan dalam menginternalisasikan nilai toleransi secara efektif, terutama di tengah pengaruh media digital yang semakin kuat. Penelitian sebelumnya umumnya berfokus pada peran guru PAI sebagai teladan moral atau strategi pembelajaran toleransi, namun belum banyak menjelaskan mekanisme internalisasi nilai toleransi yang berlangsung dalam konteks pendidikan dan era digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru PAI dalam menginternalisasikan nilai toleransi beragama, mengidentifikasi mekanisme internalisasi nilai yang terbentuk, serta menganalisis implementasinya dalam konteks era digital di SMA Negeri 2 Bondowoso. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang berlandaskan pada paradigma interpretivisme dan pendekatan konstruktivisme. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai toleransi beragama berlangsung melalui empat mekanisme yang saling berkaitan, yaitu keteladanan guru sebagai model perilaku, pembelajaran dialogis sebagai ruang konstruksi nilai, integrasi nilai dalam materi pembelajaran dan budaya sekolah sebagai sistem penguatan sosial, serta literasi digital sebagai mekanisme mediasi terhadap pengaruh eksternal. Keempat mekanisme tersebut membentuk suatu model ekologi-pedagogis yang menjelaskan bahwa toleransi beragama tidak terbentuk secara linier melalui pembelajaran kognitif semata, tetapi melalui interaksi antara guru, peserta didik, lingkungan sekolah, dan ruang digital. Temuan ini memberikan kontribusi teoretis terhadap pengembangan kajian Pendidikan Agama Islam berbasis internalisasi nilai dan moderasi beragama di era digital.</em></p> Hidayati Maimunah Ansori Copyright (c) 2026 EDUMULYA: Jurnal Pendidikan Agama Islam 2026-06-29 2026-06-29 4 1 30 43 10.59166/edumulya.v4i1.498 KEPEMIMPINAN ADAPTIF KEPALA MADRASAH DALAM MENGEMBANGKAN KOMPETENSI GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA ERA SOCIETY 5.0 https://jurnal.stainidaeladabi.ac.id/index.php/edumulya/article/view/500 <p><em>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk kepemimpinan adaptif kepala madrasah dalam mengembangkan kompetensi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) pada era Society 5.0 serta mengidentifikasi faktor pendukung dan faktor penghambat implementasinya di MI At-Taqwa Bondowoso. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data diperoleh dari lima informan utama, yaitu kepala madrasah dan empat guru PAI. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi selama tiga hari, yaitu pada 19–21 Januari 2026. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan adaptif kepala madrasah diwujudkan melalui supervisi berbasis teknologi, pelatihan digital, penguatan literasi digital, serta pembangunan budaya kerja kolaboratif yang mendukung pengembangan kompetensi guru PAI. Keberhasilan implementasi kepemimpinan adaptif didukung oleh komitmen kepala madrasah, motivasi guru, budaya kolaboratif, dan ketersediaan fasilitas teknologi. Adapun faktor penghambat meliputi keterbatasan infrastruktur digital, perbedaan kemampuan teknologi antar guru, serta resistensi terhadap perubahan. Penelitian ini menegaskan bahwa kepemimpinan adaptif menjadi strategi penting dalam mengembangkan kompetensi guru PAI dan mendukung transformasi pendidikan Islam pada era Society 5.0.</em></p> Khofifah Ayu Daniyah Putri Ansori Copyright (c) 2026 EDUMULYA: Jurnal Pendidikan Agama Islam 2026-06-29 2026-06-29 4 1 44 57 10.59166/edumulya.v4i1.500